Daerah  

Program PUTRI BERANI Diluncurkan, Disdik Ciamis Bangun Sistem Cegah Bullying di Sekolah

Program PUTRI BERANI

BERITA CIAMIS, garismassa.comProgram PUTRI BERANI resmi diluncurkan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis sebagai inovasi dalam membangun sistem pencegahan bullying yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya mengedepankan pendidikan karakter, tetapi juga mengintegrasikan deteksi dini, layanan pelaporan, pendampingan peserta didik, hingga kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak.

Program PUTRI BERANI merupakan akronim dari Keputrian Berani Bicara, Empati, Religi, Aman, Networking, dan Inspiratif. Inovasi tersebut digagas oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, M.Pd., sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.

Program tersebut mulai diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di SMP Negeri 1 Ciamis dan SMP Negeri 4 Ciamis pada Kamis (16/7/2026).

“Kami ingin sekolah memiliki sistem yang mampu mendeteksi potensi perundungan sejak dini, memberikan ruang yang aman bagi siswa untuk melapor, sekaligus membangun budaya saling menghargai. Pencegahan bullying adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah,” ujar Aris Gunanto.

Program PUTRI BERANI Terapkan Sistem Pencegahan Bullying Terintegrasi

Berbeda dengan pendekatan seremonial yang selama ini dilakukan dalam penanganan bullying, Program PUTRI BERANI dirancang sebagai sistem perlindungan peserta didik yang komprehensif dan berkelanjutan.

Program ini menggandeng berbagai unsur strategis, mulai dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis, Tim Penggerak PKK, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), tenaga kesehatan, hingga komunitas pemerhati pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Menurut Aris Gunanto, bullying masih menjadi ancaman serius di dunia pendidikan karena dampaknya dapat mengganggu proses belajar, merusak kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, hingga memengaruhi masa depan peserta didik.

Karena itu, penanganan bullying perlu bergeser dari pola reaktif menjadi langkah preventif yang lebih sistematis.

Siapkan Duta Anti Bullying di Sekolah

Melalui Program PUTRI BERANI, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menerapkan enam strategi utama pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

Strategi tersebut meliputi penguatan karakter dan literasi digital melalui kegiatan keputrian setiap hari Jumat, pemetaan potensi bullying menggunakan instrumen skrining, penyediaan layanan pelaporan yang aman dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor, serta pemantauan seluruh laporan melalui Dashboard Monitoring System.

Salah satu inovasi yang menarik adalah pembentukan Duta PUTRI BERANI yang berasal dari kalangan peserta didik. Mereka dipersiapkan menjadi teman sebaya sekaligus pendamping awal bagi korban maupun saksi bullying sebelum mendapatkan penanganan dari guru atau pihak sekolah.

Selain itu, program ini juga memperkuat keterlibatan keluarga melalui model Parent Engagement yang diwujudkan dalam kegiatan parenting, edukasi, serta komunikasi intensif antara sekolah dengan orang tua.

Program PUTRI BERANI Diharapkan Jadi Model Sekolah Ramah Anak

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berharap Program PUTRI BERANI dapat diterapkan secara luas di seluruh SMP di Kabupaten Ciamis.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menjamin keamanan, kenyamanan, dan kesehatan mental peserta didik.

“Harapan kami, seluruh SMP di Kabupaten Ciamis memiliki sistem pencegahan bullying yang terstruktur. Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu melindungi setiap anak,” tegas Aris Gunanto.

Melalui program tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih humanis dan adaptif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik di era digital saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *